Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (DIJEMSS) · e-ISSN: 2686-6331 · p-ISSN: 2686-6358

The Social Determinants of an Infectious Disease Outcome: Age, Occupation, and Stigma in Drug-Resistant Tuberculosis in Indonesia

Meiyanti Meiyanti Adang Bachtiar Husnun Amalia Nany Hairunisa Pusparini Pusparini Rita Khairani Lie T. Merijanti Henie Widowati Mulia Rahmansyah Dyah Ayu Woro Agus Rahmat Hidayat
Vol. 8 No. 1 (2026) 02 October 2026 Pages 52-63

Abstract

This study examines the associations between socioeconomic factors, including age, occupation, and stigma, and treatment outcomes among patients with drug-resistant tuberculosis in Indonesia. Drug-resistant tuberculosis (DR-TB) remains a major obstacle to global tuberculosis elimination efforts, with lower treatment success rates compared to drug-susceptible TB.  This study aims to analyze the social determinants of infectious disease outcomes  specifically age, occupation, and stigma in relation to cure status among DR-TB patients in Indonesia. This study was conducted using an observational study with a cross-sectional design  in 10 cities of 8 provinces, with a sample size of 214 subjects. Data collection was conducted using structured interviews and questionnaires. The inclusion criteria for this study were patients aged ≥17 years, who signed the informed consent. Exclusion criteria were extrapulmonary drug-resistant tuberculosis patients. Data analysis was performed using SPSS 23.0 and bivariate analysis using chi-square or Fisher's test with a p-significance value <0.05. The bivariate analysis showed significant associations between cure status and age (p = 0.020), occupational status (p = 0.004), income (p = 0.015), and occupational ostracization (p = 0.013).  Age, employment status, income, and workplace ostracization were significantly associated with cure status among patients with drug-resistant tuberculosis. Addressing these determinants is essential to improving DR-TB cure rates in Indonesia.  
 
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor sosial yang memengaruhi hasil pengobatan penyakit menular, yaitu usia, pekerjaan, dan stigma pada tuberkulosis resisten obat di Indonesia. Tuberkulosis resisten obat (TB-DR) tetap menjadi hambatan utama dalam upaya eliminasi tuberkulosis secara global, dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih rendah dibandingkan dengan TB yang sensitif terhadap obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor sosial yang memengaruhi hasil penyakit menular, khususnya usia, pekerjaan, dan stigma dalam kaitannya dengan status kesembuhan di antara pasien TB-DR di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi observasional dengan desain cross-sectional di 10 kota di 8 provinsi, dengan ukuran sampel sebanyak 214 subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner. Kriteria inklusi dalam studi ini adalah pasien berusia ≥17 tahun yang telah menandatangani formulir persetujuan. Kriteria eksklusi adalah pasien tuberkulosis resisten obat ekstrapulmoner. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 23.0 dan analisis bivariat dengan uji chi-square atau uji Fisher dengan nilai signifikansi p <0,05. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status kesembuhan dan usia (p = 0,020), status pekerjaan (p = 0,004), pendapatan (p = 0,015), serta pengucilan di tempat kerja (p = 0,013). Faktor-faktor sosioekonomi, termasuk usia, pekerjaan, pendapatan, dan stigma di tempat kerja, secara signifikan memengaruhi hasil pengobatan pada pasien TB-DR. Mengatasi faktor-faktor penentu ini sangat penting untuk meningkatkan tingkat kesembuhan TB-DR di Indonesia.

Keywords

Adherence Social Economic Drug-resistant