Pengaruh Perceived Organizational Support dan Workload terhadap Burnout pada Karyawan Perusahaan Startup PT.X
Abstract
Fenomena burnout pada karyawan saat ini semakin meningkat seiring dengan berkembangnya dinamika kerja modern atau agile culture khususnya pada perusahaan startup yang memiliki karakteristik kerja cepat dan penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived organizational support (POS) dan workload terhadap burnout pada karyawan perusahaan startup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang merupakan seluruh karyawan tetap perusahaan startup PT. X dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived organizational support memiliki hubungan negatif namun tidak signifikan terhadap burnout (β = -0,170; p > 0,05), sedangkan workload memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap burnout (β = 0,681; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,494) menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan variansi burnout sebesar 49,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa workload merupakan faktor dominan yang mempengaruhi burnout pada karyawan startup. Oleh karena itu, organisasi perlu melakukan pengelolaan beban kerja yang efektif untuk mencegah terjadinya burnout.