Strategi Optimalisasi Penerapan Standar Biaya Keluaran Khusus (SBKK) pada Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian
Abstract
Penerapan SBKK merupakan instrumen penting dalam mendukung Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance-Based Budgeting/PBK), khususnya pada kegiatan intelijen dan penindakan keimigrasian yang memiliki karakteristik dinamis, adaptif, dan berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi SBKK serta menyusun strategi optimalisasi penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan telaah regulasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SBKK memperoleh nilai rata-rata 93,2% dengan kategori Sangat Baik, terdiri atas aspek Perencanaan (94,0%), Monitoring dan Evaluasi (93,6%), Outcome dan Kinerja (93,3%), Input-Output (92,9%), dan Pelaksanaan (92,3%). Meskipun demikian, implementasi SBKK masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fleksibilitas operasional, kesenjangan antara standar biaya dan kebutuhan riil, serta pengukuran outcome yang belum optimal. Penelitian ini menghasilkan Model Strategi Optimalisasi Penerapan SBKK yang mengintegrasikan aspek perencanaan, fleksibilitas pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta digitalisasi pengelolaan anggaran. Model tersebut menjadi novelty penelitian karena menawarkan kerangka implementasi yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran berbasis kinerja.