Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (JEMSI) · e-ISSN: 2686-5238 · p-ISSN: 2686-4916

Pengaruh Lingkungan Kerja Restoratif terhadap Burnout pada Karyawan

Avrisko Adam Rifa'i Siti Jaro'ah
Vol. 8 No. 1 (2026) 20 September 2026 Pages 271-281

Abstract

Lingkungan kerja restoratif diketahui memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis, penurunan stres kerja, dan pemulihan psikologis karyawan. Namun, penelitian yang mengkaji pengaruh lingkungan kerja restoratif terhadap burnout masih terbatas, khususnya dalam konteks organisasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja restoratif terhadap burnout pada karyawan melalui pendekatan kuantitatif eksplanatori yang melibatkan 254 karyawan dari berbagai perusahaan di Indonesia, terdiri atas 124 laki-laki (48,8%) dan 130 perempuan (51,2%), dengan kelompok usia terbanyak 18–25 tahun (35,8%). Lingkungan kerja restoratif diukur menggunakan Perceived Restorativeness Scale, sedangkan burnout diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory–Human Services Survey. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja restoratif berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout (β = -0,614; p < 0,001) dengan koefisien determinasi sebesar 37,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja restoratif, semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Hasil penelitian ini memperluas literatur mengenai burnout yang selama ini lebih menitikberatkan pada faktor individu dan karakteristik pekerjaan dengan menunjukkan bahwa lingkungan kerja restoratif juga berperan sebagai faktor organisasi yang berkaitan dengan burnout pada karyawan di Indonesia.

Keywords

Burnout Lingkungan Kerja Lingkungan Restoratif Karyawan