Analisis Pengaruh Kapabilitas Aparatur dan Manajemen Komunikasi Krisis terhadap Efektivitas Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Melalui Kolaborasi Pentahelix di Sumatera Barat (Studi Kasus BPBD Provinsi Sumatera Barat)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Kapabilitas Aparatur dan Manajemen Komunikasi Krisis terhadap Efektivitas Penanggulangan Bencana Banjir Bandang di Sumatera Barat dengan Kolaborasi Pentahelix sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 118 responden yang merupakan Pejabat Fungsional BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Kota Padang, dan BPBD Kabupaten Solok. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapabilitas Aparatur tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Efektivitas Penanggulangan Bencana, tetapi berpengaruh signifikan terhadap Kolaborasi Pentahelix. Manajemen Komunikasi Krisis berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Penanggulangan Bencana serta Kolaborasi Pentahelix. Selanjutnya, Kolaborasi Pentahelix berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Penanggulangan Bencana. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa Kolaborasi Pentahelix tidak memediasi pengaruh Kapabilitas Aparatur terhadap Efektivitas Penanggulangan Bencana, tetapi memediasi pengaruh Manajemen Komunikasi Krisis terhadap Efektivitas Penanggulangan Bencana. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan komunikasi krisis dan kolaborasi multipihak dalam meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana di Sumatera Barat.