Pengaruh Workplace Ostricism terhadap Deviant Behavior dengan Emotional Exhaustion dan Moral Disengagement sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus pada PNS di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workplace ostracism terhadap deviant behavior dengan emotional exhaustion dan moral disengagement sebagai variabel mediasi, pada PNS di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat. Studi ini dilatarbelakangi tuntutan PNS di BPKP untuk menjaga integritas profesional yang tinggi, bekerja dengan standar etika yang ketat, dan secara konsisten menghasilkan pengawasan yang berkualitas demi menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan menyebarkan kuesioner kepada 116 PNS di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat sebagai responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS), yang meliputi uji validitas dan reliabilitas, pengujian model pengukuran (measurement model), serta model struktural (structural model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa workplace ostracism berpengaruh positif dan signifikan terhadap deviant behavior, emotional exhaustion dan moral disengagement. Kemudian emotional exhaustion dan moral disengagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap deviant behavior serta emotional exhaustion dan moral disengagement memdiasi hubungan antara workplace ostracism dan deviant behavior. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi organisasi sektor publik untuk menekan tingkat workplace ostracism, emtional exhaustion, dan moral disengagement untuk menurunkan deviant behavior pegawai.