Pengaruh Kepemimpinan Welas Asih dan Pengembangan Karir terhadap Retensi Karyawan dengan Persepsi Keberhasilan Karir sebagai Mediasi (Studi Kasus pada Inspektorat Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan welas asih dan pengembangan karir terhadap retensi karyawan dengan persepsi keberhasilan karir sebagai variabel mediasi pada PFA di Inspektorat wilayah Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mempertahankan PFA sebagai sumber daya manusia profesional dalam pelaksanaan fungsi pengawasan internal pemerintah. Kondisi retensi karyawan, kepemimpinan welas asih, pengembangan karir, dan persepsi keberhasilan karir yang masih berada pada kategori sedang menunjukkan adanya ruang untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia pada Inspektorat di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden dalam penelitian ini adalah PFA yang bekerja pada Inspektorat di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS), yang meliputi pengujian model pengukuran (measurement model) dan model struktural (structural model) melalui prosedur bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan welas asih berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, kepemimpinan welas asih berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi keberhasilan karir, dan pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi keberhasilan karir. Selanjutnya, persepsi keberhasilan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Hasil pengujian mediasi juga menunjukkan bahwa persepsi keberhasilan karir memediasi pengaruh kepemimpinan welas asih terhadap retensi karyawan serta memediasi pengaruh pengembangan karir terhadap retensi karyawan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi Inspektorat di wilayah Provinsi Sumatera Barat untuk meningkatkan retensi PFA melalui penguatan kepemimpinan yang welas asih, penyediaan pengembangan karir yang lebih baik, serta peningkatan persepsi PFA terhadap keberhasilan karirnya.