Disfungsi Tata Kelola dalam Mekanisme Exit Program Bantuan Sosial
Abstract
Program bantuan sosial merupakan instrumen utama dalam sistem perlindungan sosial yang tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman, tetapi juga menuntut pengelolaan kepesertaan yang efektif, termasuk mekanisme exit. Dalam praktiknya mekanisme exit seringkali tidak berjalan optimal, yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat graduasi dan tingginya persistensi penerima manfaat dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan disfungsi tata kelola dalam mekanisme exit program bantuan sosial dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya dalam praktik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pendamping sosial di Provinsi Jawa Tengah serta studi dokumentasi terhadap regulasi dan dokumen kebijakan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan thematic analysis melalui proses reduksi, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi secara iteratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan mekanisme exit dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu lemahnya penegakan kebijakan, intervensi politik lokal, dependensi penerima manfaat, dan disfungsi pengelolaan data. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme exit tidak dapat dipahami semata sebagai prosedur administratif, tetapi sebagai sebuah persoalan tata kelola yang melibatkan interaksi antara regulasi, aktor, dan sistem.