Peran Teknologi Komunikasi dan Organisasi dalam Meningkatkan Manfaat Bersih Penggunaan Sistem Informasi Rumah Sakit Dimediasi Kontrol Perilaku
Abstract
Penerapan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) di RS P Bogor dimulai November 2022. Namun, dalam pelaksanaannya, masih ditemukan berbagai kendala terkait aspek organisasi, teknologi komunikasi, dan kontrol perilaku dipersepsikan yang berpotensi menurunkan manfaat bersih. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh organisasi dan teknologi komunikasi terhadap manfaat bersih penggunaan SIRS dengan kontrol perilaku dipersepsikan sebagai variabel mediasi. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori kausalitas dengan metode survei. Subjek penelitian terdiri dari perawat, petugas pendaftaran, dan farmasi di RS P Bogor, total 121 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan teknik purposive sampling. Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis jalur (path analysis), Sobel test dan Macro Process untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan secara simultan dari organisasi, teknologi komunikasi, dan kontrol perilaku dipersepsikan terhadap manfaat bersih. Secara parsial, organisasi, teknologi komunikasi dan kontrol perilaku dipersepsikan berpengaruh langsung terhadap manfaat bersih. Selain itu, kontrol perilaku dipersepsikan memediasi secara signifikan pengaruh organisasi dan teknologi komunikasi terhadap manfaat bersih. Hasil penelitian menyimpulkan penerapan SIRS di RS P Bogor, diterima oleh pengguna dan dinilai berhasil, dengan organisasi dan teknologi komunikasi berperan penting dalam meningkatkan manfaat bersih melalui peningkatan kontrol perilaku pengguna. Penelitian ini memberikan rekomendasi implikasi praktis bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan efektivitas implementasi SIRS.