Analisis Kinerja Bisnis dan Strategi Pemasaran Digital pada Tawear (Local Cultural Streetwear)
Abstract
Meningkatnya persaingan pada industri streetwear lokal Indonesia menuntut brand fashion baru untuk membangun diferensiasi tidak hanya melalui kualitas produk, tetapi juga melalui komunikasi pemasaran yang efektif. Research gap penelitian ini adalah bahwa penelitian terdahulu mengenai brand awareness dan influencer marketing masih jarang mengkaji bagaimana kedua strategi tersebut bekerja secara bersamaan pada brand fashion baru berbasis kolaborasi seni pada masa peluncurannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi pelaksanaan strategi digital marketing dan influencer marketing dalam membangun brand awareness, mengomunikasikan value proposition, serta mendorong konversi penjualan pada Tawear, sebuah brand streetwear lokal berkonsep wearable art hasil kolaborasi dengan seniman lokal, sekaligus menilai kinerja bisnisnya secara menyeluruh. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan data internal penjualan, insight Instagram dan TikTok, data marketplace Shopee, serta laporan keuangan selama periode praktik bisnis tiga bulan pada Maret-Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing dan influencer marketing berhasil meningkatkan jangkauan audiens, kunjungan profil, dan klik menuju marketplace, sementara penjualan unit meningkat bertahap dari 9 menjadi 12 unit per bulan, dan kerugian bersih menyusut dari Rp6.740.000 menjadi Rp3.910.000, meskipun realisasi total masih jauh di bawah target yang direncanakan. Temuan ini menunjukkan bahwa bagi brand fashion tahap awal yang berbasis cerita, indikator pembentukan awareness bergerak lebih dahulu dan tidak serta-merta menjamin konversi penjualan, sehingga efektivitas pemasaran pada fase peluncuran perlu diukur melalui pergerakan marketing funnel, bukan semata-mata pendapatan.