Peran Sistem Ekspor Satu Pintu dalam Memanfaatkan Pelemahan Rupiah sebagai Momentum Peningkatan Ekspor Nasional: Sebuah Analisis Kebijakan
Abstract
Pelemahan rupiah secara teoritis membuka peluang peningkatan daya saing ekspor Indonesia, namun fragmentasi prosedur dan regulasi ekspor lintas kementerian /lembaga menghambat pemanfaatan peluang tersebut. Sistem Ekspor Satu Pintu (SESP) hadir sebagai instrumen fasilitas perdagangan yang mengintegrasikan layanan ekspor dalam satu platform digital terpadu. Penelitian ini menganalisis peran SESP dalam memfasilitasi pemanfaatan momentum depresiasi rupiah untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional, menggunakan pendekatan kajian normatif-yuridis, analisis data sekunder 2015-2024, dan strudi literatur komprehensif. Kajian mencakup desain implementasi SESP, hubungan nilai tukar-ekapor, mekanisme transmisi SESP, serta faktor penentu efektivitasnya. Hasil Menunjukkan pelemahan rupiah berdampak posistif terhadap ekspor non-migas dengan lag 1-2 kuartal, namun belum optimal akibat tingginya biaya dan waktu kepatuhan ekspor. SESP yang terimplementasi baik mampu memangkas waktu pengurusan dokumen 40-60% dan biaya kepatuhan hingga 30%, memperkuat transmisi depresiasi rupiah ke kinerja ekspor. Namun, kesenjangan digital, resistensi kelembagaan, dan rendahnya adopsi UMKM masih membatasi efektivitasnya.