Peran Good Corporate Governance (GCG) dalam Membangun Reputasi Perusahaan dan Dampaknya terhadap Stakeholder Engagement pada PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk
Abstract
Kompleksitas persaingan bisnis menuntut perusahaan publik membangun kepercayaan pemangku kepentingan melalui tata kelola yang konsisten, transparan, dan bertanggung jawab, bukan sekadar kinerja finansial. Studi terdahulu mengenai Good Corporate Governance (GCG), reputasi perusahaan, dan stakeholder engagement masih didominasi oleh pendekatan kuantitatif pada sektor perbankan, sehingga menyisakan celah penelitian pada sektor perdagangan bahan kimia dan pada peran mediasi reputasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan GCG di PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (PT KKS) dalam membentuk reputasi perusahaan serta peran reputasi tersebut dalam memperkuat stakeholder engagement. Dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan, melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan dari tiga kelompok pemangku kepentingan (stakeholder) yaitu manajer-karyawan, investor, dan komunitas, observasi non-partisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis dalam kerangka model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip TARIF dipersepsikan sebagai tata kelola yang dihidupi (living governance), bukan kepatuhan administratif, dengan transparansi dan responsibilitas sebagai dimensi paling kritis pada sektor kimia. Reputasi berfungsi sebagai mekanisme perantara konseptual yang menerjemahkan persepsi tata kelola menjadi kepercayaan, partisipasi, dan komitmen, sementara status go public (Tbk) menjadi titik balik penguatan reputasi eksternal. Kebaruan penelitian terletak pada penempatan reputasi sebagai mediator proses sosial yang menghubungkan GCG dan engagement, yang dibuktikan secara kualitatif pada konteks perdagangan bahan kimia spesialis yang belum banyak dieksplorasi.