Kearifan Lokal Nama Keramat (Ngara Katto) dalam tradisi Wewewa di Sumba dan Dampak Sosial Penyebutannya di Lingkungan Sekolah
Abstract
Penelitian ini mengangkat tema Kearifan Lokal Nama Keramat (Ngara Katto) dalam tradisi Wewewa di Sumba dan Dampak Sosial Penyebutannya di Lingkungan Sekolah. Pemberian nama pada seorang anak berdasarkan nama salah seorang leluhur menurut garis keturunan ayah (patrilineal). Nama diberikan melalui ritual adat marapu. Nama keramat adalah nama yang menyertai nama diri, namun dipandang tabu untuk disebutkan pada tempat yang kurang tepat. Persoalan sering timbul bila nama keramat ini dijadikan panggilan atau candaan di lingkungan sosial, termasuk lingkungan sekolah. Penyebutan nama keramat berpotensi membawa konflik yang serius baik konflik vertikal yaitu kemarahan leluhur yang mendatangkan tulah berupa penyakit, malapetaka, maupun konflik horizontal berupa ketersinggungan yang membawa perselisihan atau perkelahian dengan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kearifan lokal nama keramat (ngara katto) dalam masyarakat Wewewa dan dampak penyebutannya di sekolah. Metode yang digunakan adalah metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Penamaan anak menunjukkan persembahan hidup dan penyerahan diri kepada Tuhan. Anak memakai nama tersebut secara sah/resmi menurut adat dan tradisi, (2) Nama menunjukkan kesinambungan garis keturunan, (3) Masyarakat Wewewa sangat menghargai kesakralan sebuah nama, (4) Perlu taat pada nilai-nilai kebaikan dan ketidaktaatan pada aturan adalah salah (5) Nama keramat atau nama yang ”ditabukan” tidak disebutkan secara sembarangan. Konflik atau kekerasan bisa terjadi di sekolah jika nama keramat disebutkan secara sembarangan.