Analisis Kondisi Eksisting dan Tantangan Waktu Tinggal (Dwell Time) Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Indonesia
Abstract
Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menilai kondisi eksisting dan tantangan di Pelabuhan Tanjung Perak, Indonesia, terkait dengan waktu tinggal peti kemas. Berdasarkan Indeks Kinerja Logistik 2023, Indonesia, terkait dengan waktu tinggal peti kemas impor-ekspornya, memiliki kinerja yang lebih baik daripada Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Australia, tetapi lebih buruk daripada Singapura. Namun, perbaikan lebih lanjut masih perlu dipertimbangkan untuk memenuhi regulasi pemerintah. Pembahasan tentang waktu tinggal, mengapa hal tersebut penting, dan gambaran umum Pelabuhan Tanjung Perak dilakukan melalui tinjauan pustaka. Sebagai hasilnya, waktu tinggal di Pelabuhan Tanjung Perak lebih baik dibanding Tanjung Priok dan Belawan. Lama tinggalnya peti kemas di lapangan peti kemas dan prosedur manual yang digunakan selama tahap pemeriksaan bea cukai adalah dua masalah yang kini dihadapi oleh Pelabuhan Tanjung Perak. Beberapa rekomendasi diantaranya melakukan negosiasi dengan pemangku kepentingan untuk menyesuaikan tarif penyimpanan yang sesuai, mempromosikan penggunaan sistem terintegrasi elektronik, serta melakukan manajemen risiko yang komprehensif. Untuk penelitian lebih lanjut, disarankan untuk memasukkan sejumlah besar data dari pemangku kepentingan langsung dan menggunakan pendekatan kuantitatif, seperti analisis biaya dan manfaat.