Keberadaan TPA Sebagai Peluang Ekonomi Masyarakat Ngronggo: Analisis Habitus dari Perspektif Pierre Bourdieu
Abstract
Penelitian ini mengkaji habitus masyarakat Ngronggo dalam memanfaatkan peluang ekonomi dari keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitus tersebut terbentuk melalui dialektika yang berkelanjutan antara struktur sosial dan tindakan praktis masyarakat yang direproduksi melalui pengalaman sosial mereka. Struktur sosial yang dimaksud mencakup kondisi sosial ekonomi serta keberadaan TPA sebagai ruang sosial yang memengaruhi cara berpikir, merasa, dan bertindak individu. Transformasi habitus terlihat dari bagaimana masyarakat menginternalisasi dan mengadaptasi kondisi baru, dengan memandang sampah sebagai sumber ekonomi, bukan sekadar limbah. Proses ini tidak terlepas dari dinamika empat jenis modal menurut Pierre Bourdieu: modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik. Meski terbatas dalam modal ekonomi dan budaya formal, pemulung mampu mengembangkan pengetahuan praktis (modal budaya) dan jaringan sosial (modal sosial) yang relevan. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Ngronggo bukanlah kelompok pasif dalam menghadapi kesulitan, tetapi agen aktif yang mampu membentuk pola hidup baru yang adaptif terhadap lingkungan sosial ekonomi mereka.