Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development · e-ISSN: 2655-0865

Jaringan Kebijakan Dalam Penerapan Agile Management pada Taman Wisata Alam (TWA) di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur

Rina Wahyuning Riyanti Rulinawaty Rulinawaty Agus Prastyawan
Vol. 7 No. 5 (2025) 03 July 2025 Pages 3832-3842

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) merupakan bagian dari kawasan konservasi yang menghadapi tantangan kompleks dalam pengelolaannya, terutama karena dinamika lingkungan, sosial, dan pariwisata yang semakin cepat berubah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara jaringan kebijakan dan penerapan prinsip manajemen tangkas (agile management) dalam tata kelola TWA di bawah koordinasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan studi kasus di tiga TWA: Kawah Ijen, Gunung Baung, dan Tretes. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kerangka teori jaringan kebijakan dan prinsip manajemen tangkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas tata kelola TWA sangat bergantung pada struktur dan kualitas interaksi dalam jaringan kebijakan. Di Kawah Ijen, jaringan semi-koordinatif dengan keterlibatan aktif pelaku usaha dan komunitas lokal menghasilkan tingkat kelincahan yang relatif tinggi dalam perencanaan dan pengorganisasian. Sebaliknya, Gunung Baung menghadapi keterbatasan dalam staf dan anggaran akibat lemahnya dukungan institusional. Tretes menampilkan kolaborasi formal antara pemerintah dan BBKSDA, namun bersifat administratif dan kurang strategis. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi antara jaringan aktor yang kolaboratif dan prinsip manajemen tangkas dapat memperkuat tata kelola konservasi. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan model tata kelola adaptif yang lebih partisipatif dan berkelanjutan dalam konteks pengelolaan kawasan konservasi berbasis wisata.

Keywords

Tata Kelola Taman Wisata Alam; Jaringan Kebijakan Publik; Agile Management di Sektor Konservasi; Kolaborasi Multiaktor; Pengelolaan Kawasan Konservasi Berkelanjutan