Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development · e-ISSN: 2655-0865

Pemanfaatan Limbah Batang Pisang Menjadi Bioetanol Melalui Proses Delignifikasi dan Metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) Menggunakan Serratia Marcescens dan Saccharomyces Cerevisiae

Aditya Yoga Erlangga Layyinatul Af'ida Mu'tasim Billah
Vol. 7 No. 6 (2025) 21 September 2025 Pages 4820-4831

Abstract

Konsumsi sumber energi semakin meningkat seiring dengan menipisnya ketersediaan bahan bakar utama yang bersumber dari fosil. Bioetanol mulai dikaji sebagai solusi alternatif bahan bakar energi terbarukan. Batang pisang yang dihasilkan setelah panen biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Limbah batang pisang kepok mengandung 40,06% selulosa dan 10,1% lignin sehingga memiliki potensi yang cukup besar untuk dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi yang relatif baik waktu sakarifikasi/fermentasi untuk menghasilkan bioetanol sebagai bahan bakar sesuai Standar Nasional Indonesia. Uji kadar bioetanol dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode SSF (Sakarifikasi Fermentasi Simultan) dengan variasi dalam penambahan serratia marcescens (15%; 18%; 20%; 22%; 24%) dan waktu sakarifikasi/fermentasi (30; 40; 50; 60; 70 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah batang pisang kepok setelah delignifikasi mengandung 44,31% selulosa dan 5,62% lignin. Kadar etanol relatif tinggi yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 12 % pada kondisi penambahan kadar serratia marcescens 24% dan waktu sakarifikasi/fermentasi selama 60 jam. Hasil tersebut menunjukkan bioetanol yang diperoleh masih belum memenuhi SNI 7390:2012 bioetanol sebagai bahan bakar dengan kadar minimum 94%.

Keywords

Bioetanol Sakarifikasi Fermentasi Simultan Delignifikasi Batang Pisang Serratia Marcescens